Indonesia Memilih: My Online Listeners | Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
Heuheu, judulnya kayak Indonesian Idol saja ya, Indonesia memilih: My Online Listeners | Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009. Kali aja nanti pada tanggal 1 Mei, mirip2 gitu deh bunyinya di blognya Mas Pogung. Mimpi kale. (Loh kok jadi alih bahasa nih postingan kali ini?). Seperti My Online Listeners ketahui, saat-saat ini, pakar SEO nya blogger Indonesia pada berebut kekuasaan di Negara Google.co.id untuk menjadi nomor satu di Search Engine dengan Keyword, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009. Hal ini memang mirip banget dengan yang terjadi di Negeri Indonesia ini, para Elite Politik dan Caleg sedang memperbutkan kursi di Gedung DPR. Cumaaa…Nah ini dia…ada bedanya. Kalau para Elite Politik mah sering gontok2an saling sikut saling gitek, kalau Para Bloger mah, saling kunjungi dan saling silaturahmi seperti yang My Online Listeners lakukan sekarang ini. Betul gak?
Well, well, well. If you are not Indonesian listeners, I do apologize because the first paragraph above written in Indonesian. But don’t be afraid, I will translate it below but as the summary.
Indonesia now is holding the democracy party to elect the legislatives and president and vice president. The politicians and the political parties are fighting to get the best position and many voters to dwell in Parliamentary House, while Indonesian Bloggers are fighting to get the first position in SERP Google.co.id with the Keyword Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.
Berkali-kali Mahmud MD menegaskan bahwa PEMILU tidak dapat diulang. Saya sangat
setuju tentang itu karena akan melanggar uu. Oleh karena itu Pemilu Capres yang
akan datang agar dilaksanakan dengan baik yang menghindarkan masyarakat meminta
PEMILU ulang.Adapun syarat-syarat PEMILU Capres dilaksanakan dengan baik adalah
apabila setiap permasalahan yang menyangkut Pemilu legislatif yang yang
melanggar uu diselesaikan sebelum PEMILU Capres diadakan.Apabila permasalahan
itu tidak dapat diselesaikan maka sebaiknya PEMILU Capres ditunda sampai
permasalahan tersebut selesai.Jika PEMILU Capres masih dipaksakan untuk
dilaksanakan sementara KPU masih bermasalah, sebaiknya keterkaitan antara
pemerintah, mendagri dan KPU perlu dipertanyakan mengenai sebuah intervensi.
Saya memaparkan hal ini karena karena tidak adanya transparansi antara mendagri
sebagai pemerintah dan KPU terhadap masyarakat Indonesia, contohnya adalah.
1. KPU tidak dapat memberikan referensi dalam menentukan daerah pemilihan
terkait kursi legislatif.
2. Mendagri tidak dapat memberikan DPT yang jelas kepada masyarakat juga tidak
dapat memberikan perkembangan DPT tersebut setelah diolah KPU.Jika mendagri
tidak dapat memberikan kejelasan hal ini, sebaiknya biarkan saja KPU menyusun
DPT menurut cara kerja KPU sendiri.
3. Sebaiknya hasil PILEG tidak dilegitimasi karena system pemilu 2009 yang
berdasar uu tidak menganut unsur legitimasi.
Tentang legitimasi ini, sebaiknya SBY dipertanyakan tenang pidatonya yang berisi
legitimasi terhadap pileg 2009.
Terimakasih.